bibitparfum.com Beli Properti Murah - Grosir Bibit Parfum Refill

Beli Properti Murah

Beli Properti Murah. Ingin tahu mengapa orang tua zaman dulu mempunyai banyak rumah dan tanah yang luas? Bagi mereka, membeli tanah ibarat menabung untuk masa depan karena akan menguntungkan di kemudian hari. Ditambah dengan alasan nilai tanah yang tidak mudah turun, bahkan cenderung naik setiap tahun, orang tua semakin tertarik berinvestasi tanah.

Dikutip dari Kompas.com, tanah sebagai investasi jangka panjang memang dianggap prospektif. Apalagi dengan pembangunan infrastruktur yang kian marak, harga tanah yang nyaris tak pernah turun kian terkerek.


Untuk Anda yang berminat mengikuti jejak orang tua zaman dulu yang gemar berinvestasi tanah, simak kelebihan dan kekurangan investasi tanah berikut ini.


1. Harga tanah cenderung naik

Kenaikan harga tanah cenderung terjadi setiap tahun. Selain karena faktor inflasi, hal ini juga dipengaruhi oleh semakin langkanya tanah kosong. Namun, jumlah penduduk terus bertambah dan pembangunan terus berjalan, sehingga membutuhkan lahan atau tanah.
Persentase kenaikan harga tanah tergantung pada lokasi tanah tersebut. Umumnya, kenaikannya mencapai 20–25%. Namun, jika tanah tersebut berada di daerah berkembang yang memiliki akses dan infrastruktur yang baik, bisa jadi kenaikannya mencapai 100% hingga 200% dalam waktu beberapa tahun.

2. Sebidang tanah kosong memiliki banyak manfaat

Sebidang tanah kosong bisa dimanfaatkan untuk banyak hal, contohnya dijadikan lahan untuk menanam sayuran dan lahan parkir yang disewakan. Jadi, selain memiliki nilai investasi jangka panjang, sebidang tanah kosong milik Anda yang dimanfaatkan dengan baik bisa berubah menjadi passive income

3. Tidak memerlukan perawatan yang rumit

Berbeda dengan rumah atau bangunan yang membutuhkan banyak perawatan untuk mencegah kebocoran dan kerusakan, sebidang tanah tidak memerlukan perawatan yang rumit. Biaya rutin yang dikeluarkan juga tidak terlalu banyak, contohnya hanya biaya keamanan untuk mencegah penyalahgunaan properti oleh orang asing dan biaya untuk jasa tukang kebun.

4. Risiko kehilangan cenderung kecil

Rumah atau ruko bisa saja mengalami kerusakan besar dan nilai investasinya menjadi berkurang. Investasi lainnya seperti emas atau perhiasan rawan hilang akibat pencurian atau perampokan. Sedangkan tanah, dalam kondisi apapun, selama Anda memiliki surat atau bukti kepemilikannya, akan tetap menjadi milik Anda.

5. Tanah bisa dijual utuh atau per kavling

Jika area tanah yang Anda miliki cukup luas, Anda bisa mempertimbangkan untuk menjualnya per kavling. Anda juga bisa menaikkan daya jual tanah dengan membangun beberapa rumah dan menjual dengan sistem cluster. Cara ini dapat membantu meningkatkan keuntungan yang Anda dapatkan, dibandingkan dengan menjual tanah saja secara utuh. 

6. Kompetisi cenderung minim

Menjual kembali properti seperti rumah, apartemen, atau ruko mungkin membutuhkan waktu lama karena banyak persaingan. Lain halnya jika Anda berinvestasi tanah dan berencana untuk menjualnya kembali. Pesaing Anda lebih sedikit, sehingga tanah lebih mempunyai peluang untuk terjual dengan cepat.  

7. Daya jual tergantung lokasi

Walaupun kompetisi dalam penjualan tanah cenderung tidak sebanyak kompetisi dalam penjualan rumah, daya jual tanah bergantung pada lokasi. Dalam hal investasi properti, faktor lokasi memiliki peran penting yang menentukan daya jual. 
Apa nih resolusi tahunanmu ?? Mau langsung punya rumah ? Apa punya tanah dulu nih ? Atau mau nikah dulu ? Tenang aja, Download aplikasi ini dan temukan Tanah atau Rumah pilihanmu sesuai budget, lokasi, ukuran, sistem pembayaran dan juga dapatkan cashback, bonus langsung ataupun diundi berupa uang tunai, cashback, Umroh, motor, LEDTV, Kulkas, mesin cuci dan lain-lain.